Utilitas

Kalkulator PPh 21 Tahunan

Masukkan gaji reguler, jumlah bulan bekerja, bonus atau THR, dan status PTKP untuk melihat estimasi PPh 21 setahun serta PKP yang terbentuk.

Ditinjau oleh Tim Tools PraktisDiperbarui 30 Maret 20263 sumber rujukanLaporkan koreksi

Tool langsung muncul

Pakai PPh 21 Tahunan

Cocok untuk membaca PPh 21 tahunan dasar dari bruto sampai PKP dalam satu halaman.

Isi angka yang ingin kamu cek

Hasil berubah otomatis saat input diganti.

Penjelasan singkat

Kenapa tool ini berguna

Halaman ini difokuskan untuk pembacaan tahunan dasar. Pengguna bisa melihat bagaimana bruto setahun dikurangi biaya jabatan, iuran pegawai, dan PTKP sebelum dikenai tarif progresif Pasal 17.

Cara pakai

Cara memakai tool ini

  1. Isi gaji bruto reguler per bulan, jumlah bulan bekerja, bonus / thr / penghasilan tidak teratur setahun sesuai kondisi yang ingin kamu cek.
  2. Lihat hasil utama pada kartu ringkasan di sebelah kanan tanpa perlu submit ulang.
  3. Bandingkan beberapa skenario supaya keputusan akhir lebih aman untuk kebutuhanmu.

Rumus singkat

Cara hitung

PPh 21 setahun = tarif progresif Pasal 17 x PKP. PKP = penghasilan neto setahun - PTKP, dengan penghasilan neto diperoleh dari bruto setahun dikurangi biaya jabatan dan iuran pegawai yang relevan.

Kapan Dipakai

Situasi yang paling cocok untuk tool ini

  • Cek estimasi PPh 21 setahun dari penghasilan reguler, bonus, dan iuran pegawai yang relevan.
  • Baca hubungan antara bruto setahun, biaya jabatan, PTKP, dan PKP tanpa hitung progresif manual.
  • Bantu karyawan pahami angka tahunan di bukti potong dan nilai apakah pajak akhirnya masih masuk akal.

Hal yang Perlu Dicek

Sebelum memakai hasilnya untuk keputusan

  • Biaya jabatan dibatasi 5% dari bruto, maks Rp500.000/bulan atau sesuai jumlah bulan kerja dalam setahun.
  • Masukin iuran pegawai yang emang jadi pengurang bruto, kayak iuran pensiun atau JHT/THT.
  • Pakai tool ini buat simulasi tahunan dasar — payroll akhir tahun yang kompleks tetap bisa beda kalau ada komponen tambahan.

Cara Membaca Hasil

Supaya simulasi ini lebih berguna

Gabungin gaji reguler setahun sama bonus atau THR, lalu bandingin hasil pajak tahunan sama PTKP dan PKP yang terbentuk.

Contoh Input

Simulasi awal dengan angka contoh

Contoh default di halaman ini memakai gaji bruto reguler per bulan Rp 8.500.000, jumlah bulan bekerja 12 bulan, dan bonus / thr / penghasilan tidak teratur setahun Rp 8.500.000. Dari simulasi awal ini, pph 21 setahun berada di Rp 2.398.750.

Gaji bruto reguler per bulanRp 8.500.000
Jumlah bulan bekerja12 bulan
Bonus / THR / penghasilan tidak teratur setahunRp 8.500.000
Iuran pegawai per bulanRp 250.000

Contoh Hasil

Estimasi PPh 21 setahun sekitar Rp 2.398.750

Simulasi ini memakai pendekatan tahunan dasar: penghasilan bruto setahun dikurangi biaya jabatan, iuran pegawai yang relevan, dan PTKP, lalu dikenai tarif progresif Pasal 17.

Penghasilan bruto setahunRp 110.500.000
Biaya jabatanRp 5.525.000
Iuran pegawai setahunRp 3.000.000
PTKPRp 54.000.000
PKPRp 47.975.000
PPh 21 setahunRp 2.398.750
Rata-rata per bulanRp 199.896

Cara Membaca Contoh

Hal yang sebaiknya diperhatikan

  • Simulasi ini memakai pendekatan tahunan dasar: penghasilan bruto setahun dikurangi biaya jabatan, iuran pegawai yang relevan, dan PTKP, lalu dikenai tarif progresif Pasal 17.
  • Jangan berhenti di angka utama saja. Bandingkan juga penghasilan bruto setahun Rp 110.500.000 dan biaya jabatan Rp 5.525.000 supaya hasilnya lebih mudah dipakai untuk mengambil keputusan.
  • Jika salah satu input diubah, seluruh hasil di kalkulator akan menyesuaikan otomatis tanpa perlu submit ulang.

Catatan Spesifik

Cocok untuk membaca logika pajak tahunan dari bruto sampai PKP

Kebanyakan orang nyari PPh 21 tahunan bukan buat tabel panjang, tapi buat tahu kenapa pajak tahunan di bukti potong segitu angkanya. Halaman ini mecah perjalanannya: dari bruto, biaya jabatan, iuran pegawai, PTKP, sampai ke PKP dan pajak terutang.

Intinya transparansi per langkah. Kamu bisa lihat apakah beban pajak datang dari bruto yang tinggi, PTKP yang kecil, atau karena bonus dan THR ikut masuk ke basis tahunan.

Yang Perlu Dibandingkan

Bandingan yang sebaiknya dibuka

  • Uji pengaruh bonus atau THR terhadap pajak tahunan agar terlihat dampaknya ke PKP.
  • Bandingkan jumlah bulan bekerja jika tahun pajak tidak penuh, karena batas biaya jabatan bulanan ikut berubah.
  • Pastikan iuran pegawai yang dimasukkan benar-benar termasuk pengurang penghasilan bruto yang relevan.

Kalau Hasil Terlihat Janggal

Kalau hasil berbeda dari bukti potong A1/A2

Biasanya ada komponen bruto atau pengurang yang nggak ikut dimasukin, atau payroll pakai rincian akhir tahun yang lebih lengkap. Pakai halaman ini buat simulasi tahunan dasar sebelum baca dokumen resmi lebih detail.

FAQ

Yang sering ditanyakan

Apakah bonus dan THR bisa dimasukkan?

Bisa sebagai penghasilan tidak teratur setahun. Tool ini memisahkan input gaji reguler dari bonus atau THR agar pembacaan tahunan lebih jelas.

Kenapa ada input iuran pegawai bulanan?

Karena iuran pegawai yang relevan seperti iuran pensiun atau JHT/THT dapat menjadi pengurang penghasilan bruto. Input ini membantu mendekatkan simulasi ke kondisi payroll nyata.

Apakah hasil ini sama persis dengan bukti potong A1 atau A2?

Tidak selalu. Tool ini adalah simulasi tahunan dasar. Bukti potong resmi bisa berbeda jika ada komponen bruto atau pengurang lain yang tidak dimasukkan.

Sumber

Sumber yang kami pakai di halaman ini

DJP: Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21

Contoh komponen bruto, biaya jabatan, PTKP, dan penghitungan PPh 21 pegawai tetap.

Buka sumber

DJP: Simpel Pakai TER, Begini Penjelasannya

Menjelaskan bahwa masa pajak terakhir memerlukan rekapitulasi dan penyesuaian tahunan.

Buka sumber

DJP: Keberpihakan UU HPP pada tarif orang pribadi

Ringkasan lapisan tarif progresif Pasal 17 orang pribadi 5%, 15%, 25%, 30%, dan 35%.

Buka sumber